Tuesday, June 2, 2015

Cara Menentukan Titik Pusat Lingkaran

Cobalah anda melukis pola lingkaran dari sebuah piring atau tutup gelas!
Bagaimana caranya anda menentukan titik pusat lingkaran dari lingkaran tersebut?

Hasil gambar untuk lingkaran dari piring 


Assesment Reform and Educational Change in Australia



Perbandingan internasional menyoroti masalah keadilan bagi Anak-anak pribumi Australia yang memiliki nilai lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan anak-anak non-pribumi  (Klenowski, 2009a, 2009b). Analisis data PISA dari tahun 2003 dan 2006. Tahun 2003 : Analisis data tahun 2003 PISA menunjukkan bahwa  "Kemahiran matematika Australia lebih terwakili dalam kategori rendah dan kurang terwakili dalam kategori tinggi"(Australia Council for Educational Research (ACER), 2004, hal. xiii).  Pencapaian siswa secara keseluruhan adalah tinggi; namun ada perbedaan/gap  besar antara tinggi dan rendah pada hasil pencapaian siswa. Tahun 2006: Hasil dari PISA 2006 menunjukkan perluasan kesenjangan prestasi akademik antara siswa pribumi Australia dan siswa non-pribumi. Dalam PISA 2006 yang dinilai, sains sebagai domain utama dengan literasi membaca dan matematika sebagai domain minor. 
Laporan (Ibid, Thomson, 2008) menunjukkan bahwa Rata-rata siswa Australia yang memiliki nilai yang rendah, berasal dari masyarakat pribumi (40%), daerah sekolah-sekolah geografis terpencil (27%)  dan latar belakang sosial ekonomi miskin (23%). Hasil PISA tsb menunjukkan bahwa masalah ketidakadilan/ketidakmerataan dalam sistem pendidikan di Australia harus ditujukan untuk menjamin akses terhadap pendidikan berkualitas untuk semua siswa (Thomson, 2008).
Penggerak Nasional untuk Perubahan Pendidikan di  Australia
Penyelidikan awal tentang pengenalan Australian Certificate of Education (ACE). Bertujuan untuk mencapai konsistensi yang lebih besar dalam pengaturansekolah menengah  untuk kurikulum, penilaian dan sertifikasi, hasil perbandingan siswa lain lintas Australia, dan standar prestasi siswa lebih konsisten (Masters, Forster, Matters, & Tognolini, 2006).
Konsistensi yang signifikan pada apa yang telah dinilai telah teridentifikasi. Wilayah hukum berbeda menggunakan metode penilaian yang berbeda seperti pemeriksaan eksternal atau instrumen penilaian guru. Temuan ini mengangkat isu penting apakah standar prestasi dapat dibandingkan di seluruh wilayah, atau apakah adanya metode penilaian yang berbeda dapat menghalangi perbandingan. Studi ini merekomendasikan bahwa kurikulum "inti" dapat diidentifikasi untuk setiap mata pelajaran sekolah menengah yang dinominasikan untuk menentukan secara eksplisit apa yang diharapkan siswa untuk belajar, di mana pun di Australia mereka tinggal.
Asal-usul lain untuk reformasi kurikulum dan penilaian yang telah teridentifikasi. Ini meliputi perjanjian menteri pada tujuan nasional di Deklarasi Hobart 1989, Deklarasi Adelaide 1999 dan Deklarasi Nasional Tujuan Pendidikan untuk Pemuda-Pemudi Australia tahun 2008. Ada keyakinan bangsa secara keseluruhan dapat melakukan lebih baik daripada bagian-bagiannya dan kapasitas bangsa akan menjadi  lebih besar jika semua wilayah hukum bekerja sama untuk mencapai efisiensi dan mengurangi duplikasi (plagiat). (McGaw, 2009).

Latar Belakang
Tes patokan penilaian standar prestasi minimum, di Australia.
     Tahun 1999, first annual literacy tests untuk siswa berumur 3 & 5 tahun. Berupa tes tahunan pertama melek huruf  (membaca dan menulis).
     Tahun 2008, diperkenalkan NAPLAN. National Assessment Program – Literacy and Numeracy (Program Penilaian Nasional - Melek Huruf dan Berhitung), Dilakukan tes Nasional (reading, writing, spelling, grammar, tanda baca dan berhitung) untuk siswa  berumur 3, 5, 7 dan 9.
     Selain itu, NAPLAN juga melibatkan Tes penilaian tiga tahunan.
Tes ilmu sains di umur  6 tahun, Tes ilmu kewarganegaraan di umur 6 dan 10 tahun, dan Melek ICT umur 6 dan 10 tahun (Harrington, 2008).
 
Konteks Saat ini
Kurikulum Australia  memiliki orientasi masa depan dan akan mengidentifikasi keterampilan penting, pengetahuan dan kemampuan yang semua pemuda Australia berhak atas belajar.  Orientasi masa depan mencakup pemahaman bahwa masyarakat kita menjadi lebih kompleks dan semakin meningkat, warga Australia akan membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk berinteraksi dalam lingkungan global. Hal ini memerlukan pengetahuan bagaimana cara untuk belajar, beradaptasi, membuat (menciptakan) dan berkomunikasi secara efektif, menginterpretasikan dan menggunakan informasi lebih lancar dan kritis.
Kualitas pencapaian yang terkait dengan setiap A-E kelas untuk digunakan di K-10. Hal ini dimaksudkan bahwa penggunaan skala lima poin akan menunjukkan sejauh mana seorang siswa telah memenuhi standar prestasi untuk tahun tertentu sekolah. Untuk mengilustrasikan, siswa yang mencapai nilai C atau di atas akan memenuhi standar untuk tahun / stage. Kelas C akan menunjukkan tingkat yang memuaskan prestasi sedangkan grade A akan menunjukkan tingkat yang luar biasa prestasi. Sebaliknya sebuah kelas D atau E akan menunjukkan bahwa tindak lanjut dan penyelidikan lebih lanjut diperlukan oleh guru, siswa dan orang tua mungkin diperlukan (ACARA, 2009).
Perubahan kurikulum dan penilaian membuat tuntutan yang cukup besar pada guru yang perlu diinformasikan, disiapkan dan sumber daya untuk menerapkan tingkat  perubahan ini. Hal yang paling penting bahwa guru menyadari tuntutan melek huruf kurikulum nasional dan penilaian untuk implementasi kurikulum nasional memerlukan pengembangan kapasitas guru untuk menggunakan kekuatan belajar dari penilaian untuk meningkatkan hasil bagi semua siswa.


(Mathematical_Knowledge_in_Teaching) Lusi Siti Aisah
 



Friday, July 12, 2013

Tentang Jaminan Rizki



Dijelaskan bahwa imam az-Zahidi hendak membuktikan keyakinan/pendirian yang mantap dalam hal rizki.Untuk itu ia mulai menjelajahbumi, menuju bukit, kemudian masuk gua, dan duduklah ia di sudut gua tersebut. Di dalam benaknya ia berkata: “Aku hendak mengamati cara apakah Tuhan memberi rizkiku di tempat ini?”
Maka ada suatu rombongan/kafilah tersesat jalan, dan hujanpun turun saat itu, hingga merekapun sibuk mencari tempat berteduh, dan masuklah ke dalam gua dimana az-Zahidi berada di dalamnya, dan merekapun melihatnya.
Mereka bertanya: “Hai hamba Allah!”  Iapun tak menjawab.
Lanjut mereka: “Kemungkinan ia dingin, dan tidak mampu berbicara.”

Kemudian mereka membuat bakaran api di dekatnya, menghangatkan tubuhnya dan mengajaknya bicara. Iapun belum menjawab
Sahut mereka: “Kemungkinan ia kelaparan, lalu mereka memberinya makanan berisyaratkepadanya.” Sedikitpun ia tidak mengambilnya.
Sahut mereka pula: “Hal ini akibat lama ia tidak makan suatu apapun.”

Lalu dimasakkan susu hangat, supaya ia mau makan. Juga kolak manis diberikan kepadanya, namun ia tidak menolehnya.
Sahut mereka: “Gigi-gigi mulutnya merapat.”
Dan tegaklah dua orang diantara mereka, mengambil pisau untuk membuka mulutnya, selanjutnya ia disuapi makanan ke dalam mulutnya. Akhirnya az-Zahidi tertawa!!!
Sahut mereka berdua: “Sudah gilakah anda?”
Jawabnya: “Tidak, aku sekali-kali tidak gila. Hanya aku hendak buktikan sampai sejauh mana Tuhan menjamin rizkiku, maka kupun tahu pasti bahwa Allah pasti menjamin rizkiku dan rizki hambaNya kapan saja, dimana saja hamba itu berada dan dengan cara apa saja.”

(Raunaqil Majalis)

Semut, Katak, dan Ulat



Rasulullah saw bersabda, “Jibril bercerita kepadaku tentang saudara/kawanku yakni Nabi Sulaiman, ia shalat di pinggir laut, lalu ia lihat seekor semut lewat, dimulutnya ada selembar daun hijau, maka iapun menjerit.
Kemudian seekor katak datang menghampirinya, semut itu dibawa di atas punggungnya dan diselamkan ke dalam laut. Kemudian sesaat sesudah itu, muncullah semut itu  terapung di atas permukaan ait, dan iapun segera menghadap Nabi Sulaiman. Ia dituntut supaya mengisahkan perjalanannya tadi.
Jawabnya: “Di dasar laut ada sebuah batu besar yang tuli, di tengahnya ada seekor ulat yang rizkinya diberi oleh Allah lewat aku (daun yang kubawa). Setiap hari akupun 2x datang membawa daun rizki dari Allah baginya. Di laut ini ada seorang malaikat yang menjelma/berbentuk katak, ia selalu membawaku dan menyelam di laut, hingga meletakkan aku di atas batu besar tersebut. batupun membelah diri, hingga ulat keluar darinya, lalu daun yang kubawa diberikan kepadanya sebagai makanannya. Selanjutnya katak itupun membawaku kembali ke permukaan air, maka ulatpun setiap habis makan mengucapkan pujian berikut:
“Mahasuci Allah, yang telah menjadikan aku dapat hidup di dalam laut. Dia tidak membiarkan aku terlantar tanpa rizki, maka timbullan  suatu pertanyaan: “Lengah/lupakah umat Muhammad dari rahmat Allah?” (Runaqul Majalis)
Terimakasih Telah BerkunjungTerimakasih Telah Berkunjung Terimakasih Telah Berkunjung Terimakasih Telah Berkunjung Terimakasih Telah Berkunjung